menu Home chevron_right
Hot NewsNew Release

510 Rilis 2 Single Sekaligus, Collapsed dan The Last Suffer

Bli Putu | December 10, 2021
510-Slap-It-Out

510 adalah band alternative/rock Indonesia yang berasal dari Bandung beranggotakan Pras Goldinantara (Guitar), Faizal Permana (Vocals), dan Winaldy Senna (Drum).

Dahulu, beberapa dari mereka adalah founder sekaligus personil dari SLAP IT OUT yang juga merupakan cikal bakal terbentuknya 510. Karena antusiasme SIO Squad (Fanbase SLAP IT OUT) yang tinggi, dan untuk merealisasikan musikalitas mereka yang telah lama “Hiatus”, mereka memutuskan kembali pada tahun 2021 dengan formasi yang baru dimana mereka merecreate Alive sebagai single perdana nya pada tanggal 18 juni. Dan pada awal Desember 2021, mereka kembali mengejutkan kita semua dengan merilis 2 single beserta MV di hari yang sama, yaitu Collapsed & The Last Suffer.

Penggarapan Komposisi Musikal & Recording “Collapsed & The Last Suffer” oleh 510 dilakukan dalam kurun waktu satu bulan. Mulai dari Musical Composing, Hingga Mixing-Mastering. Lirik ditulis sepenuhnya oleh Faizal Permana. Komposisi musik digarap oleh Pras Goldinantara & Winaldy Senna. Secara Musikal, “Collapsed & The Last Suffer” dirasa dan dirancang jauh lebih aggressive dibanding dengan single pertama mereka, Alive.

Dengan soundesign Hi-Gain Guitar dan Drums yang lebih aggressive & loud, serta Orkestrasi yang di desain lebih Dark. Dalam penggarapan musik, secara jarak jauh, Pras & Winaldy selalu berdiskusi berkala tentang komposisi musik hingga tahap final. Setelah musik dan lirik dirasa komplit, mereka masuk ke tahap final recording di Bandung untuk selanjutnya masuk ke tahap post-production (Mixing-Mastering). Post-production sendiri dilakukan oleh personil 510, yaitu Winaldy Senna, yang sekaligus bekerja sebagai Engineer & Producer.

𝘾𝙤𝙡𝙡𝙖𝙥𝙨𝙚𝙙 bercerita tentang kehancuran dunia yang dimana dibuat oleh manusia itu sendiri, seiring berjalannya waktu, semua kekayaan dunia akan habis terkuras, 𝙂𝙡𝙤𝙗𝙖𝙡 𝙒𝙖𝙧𝙢𝙞𝙣𝙜, 𝙉𝙖𝙩𝙪𝙧𝙖𝙡 𝘿𝙞𝙨𝙖𝙨𝙩𝙚𝙧, yang terus terjadi akibat ketamakan manusia yang terus menerua mengeruk kekayaan Bumi.

𝙏𝙝𝙚 𝙇𝙖𝙨𝙩 𝙎𝙪𝙛𝙛𝙚𝙧, bermetafora pada zaman dimana 𝙁𝙖𝙡𝙨𝙚 𝘽𝙚𝙡𝙞𝙚𝙛𝙨, dan Sang Penyelamat di puja – puja, berbekal suara lantang dan pengaruh yang “pasti” di dengar oleh orang banyak, di zaman itu, pengetahuan yang terbatas, menimbulkan munculnya 𝙎𝙖𝙫𝙞𝙤𝙧 yang mempunyai banyak pengikut, menyebarkan ajaran yang “𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙪” benar, hanya untuk kekayaan dan keperluan pribadi.

Dalam penggarapan videoklip “Collapsed & The Last Suffer”, mereka berkesempatan untuk bekerja sama dengan Steam Queen Juice selaku excecutive producer & yang sekaligus memberikan financial support. Pihak 510 & Kalimasada Records secara bulat menunjuk Amilio Garcia untuk menjadi Director dalam penggarapan 2 Music Video ini, Amilio Garcia adalah Cinematographer & Animator yang cocok dan mumpuni dalam merealisasikan ide-ide visual 510. Amilio Garcia dan tim mengerjakan dua MV 510 dalam jangka waktu 3 minggu. Dari mulai Shoot Session, Offline Editing, Online Editing, hingga menciptakan beberapa Animasi Surreal ide mereka.

Written by Bli Putu

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply





  • cover play_circle_filled

    01. Exodus
    Symphony of Silence

  • cover play_circle_filled

    02. Jeda
    for Revenge

  • cover play_circle_filled

    03. Serein
    Threesixty

  • cover play_circle_filled

    04. Stay
    Phoenetic

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play